Postingan

Pembiasan Sholat 5 Waktu Berjamaah oleh Kelompok 41 KKM UIN Malang

Gambar
       Awalnya kegiatan sholat berjamaah ini lahir dari kesadaran sederhana kami sebagai mahasiswa UIN Malang. Tinggal bersama di lokasi KKM membuat kami merasa kurang pas jika ibadah masih berjalan sendiri-sendiri. Dari situ muncul niat bersama untuk membiasakan sholat lima waktu secara berjamaah, tanpa paksaan, tapi lewat kesepakatan.          Sebagai mahasiswa UIN, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh praktik keagamaan yang nyata. Bukan hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sholat berjamaah menjadi bentuk paling dasar dan realistis untuk menunjukkan nilai tersebut.        Dalam pelaksanaannya, sholat berjamaah menjadi media silaturahim yang alami. Kami bisa saling menyapa, saling memperhatikan, dan membangun kebersamaan tanpa perlu agenda khusus. Dari rutinitas ini, ikatan persaudaraan antaranggota kelompok terasa semakin kuat.     ...

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Gambar
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi maha...

Upaya Kelompok KKM 41 UIN Malang dalam Peningkatan Daya Saing UMKM di Desa Wisata Gubugklakah melalui Pengembangan Branding Usaha

Gambar
         Awalnya cuma dari pengamatan kecil selama kami KKM di Desa Gubugklakah. Desa ini dikenal sebagai desa wisata, sering dilewati wisatawan lokal maupun luar daerah yang mau ke kawasan Bromo dan sekitarnya. Aktivitas ekonomi warganya juga hidup, terutama di kedai-kedai dan homestay yang melayani pelancong. Masalahnya bukan karena usaha di sini kurang bagus, tapi lebih ke detail kecil yang sering kelewat. Ada kedai yang sudah ramai, tapi bannernya kurang kelihatan. Ada menu, tapi belum tertata rapi. Sementara homestay yang lokasinya strategis justru belum muncul di Google Maps, padahal itu penting banget buat wisatawan.       Dari situ kami mulai kepikiran, Sejak 10 Januari 2026, kami menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat lewat pengembangan UMKM. Fokusnya kami bagi jelas: banner dan daftar menu untuk kedai, lalu Google Maps untuk homestay. Kami awali dengan ngobrol santai bareng pemilik kedai dan homestay, nanya kebutuhan mereka, ...

Pentas Seni Penutupan Kegiatan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang di Desa Gubugklakah

Gambar
   Pada jam 18.00 tanggal 31 Januari 2025 balai desa kami sulap menjadi tempat yang penuh akan kemeriahan dan  kebudayaan. Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana menutup seluruh rangkaian pengabdian mereka lewat Pentas Seni Penutupan Kegiatan & Perpisahan, sebuah acara yang dikemas sedemikian rupa hingga menjadi penuh makna. Bagi kami, ini bukan sekadar acara penutup, tapi momen untuk mengucap terima kasih atas kebersamaan yang sudah terjalin selama KKM berlangsung.           Pentas seni ini menjadi ruang berbagi cerita dan ekspresi selama kami berada di Desa Gubugklakah. Berbagai penampilan ditampilkan, mulai dari Tari Remo, Tari Baskalan, pencak silat, pembacaan puisi, hingga penayangan video dokumenter. Di sela acara, dilakukan juga serah terima Kamus Bahasa Tengger sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya lokal. Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak berhenti saat KKM selesai, tapi bisa terus berlanj...

Film Di Bawah Langit Gubugklakah: Potret Budaya, Sejarah, dan Dinamika Masyarakat Desa

Gambar
Di bawah hamparan langit lereng Bromo, Desa Gubugklakah menyimpan cerita yang hidup dalam tradisi, keyakinan, alam, dan keseharian masyarakatnya. Kekayaan tersebut menjadi ruh utama dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah” , sebuah karya visual yang merekam potret kehidupan desa secara utuh dan bermakna. Film dokumenter ini menghadirkan Gubugklakah bukan sekadar sebagai wilayah geografis, melainkan sebagai ruang budaya yang terus bertumbuh melalui warisan adat dan kearifan lokal. Pada bidang budaya dan adat, dokumenter ini menampilkan pembentukan lembaga adat yang dipimpin oleh Pak Suwito, peran sentral dukun adat Romo Dukun Madeli dalam pelaksanaan upacara adat, serta simbol identitas budaya seperti udeng dan kamus yang masih dijaga oleh generasi muda. Kesenian lokal pun turut menjadi medium ekspresi budaya yang memperkuat identitas masyarakat Tengger di Gubugklakah. Dimensi religius masyarakat Gubugklakah juga terekam kuat dalam film ini. Aktivitas keagamaan sep...

Adat Bari'an Suku Tengger, Tradisi Syukuran dan Doa Bersama untuk Menjaga Keselamatan dan Harmoni Alam

Gambar
  Masyarakat Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, terus melestarikan adat Barikan sebagai tradisi leluhur yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Adat ini merupakan bentuk syukuran dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan, menolak bala, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Bagi masyarakat Suku Tengger, Barikan tidak sekadar ritual adat, melainkan juga sarana memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan sosial. Prosesi adat Barikan dipimpin oleh dukun adat Tengger yang memiliki peran sentral dalam pelaksanaan ritual. Dukun adat bertindak sebagai pemimpin doa sekaligus penjaga nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di punden desa, yang diyakini sebagai tempat sakral serta memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Desa Gubugklakah. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan penjaga desa. Dalam pela...

Langkah Kecil KKM 41 UIN Malang di Majelis Ilmu

Gambar
                    Berangkat dari arahan langsung kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kelompok 41 KKM turut hadir dan membersamai kegiatan keagamaan masyarakat yakni Muslimat, IPNU, dan IPPNU. Setiap Jumat pukul 14.00, kegiatan Muslimat digelar secara rutin satu kali dalam seminggu. Sementara itu, IPNU dan IPPNU dilaksanakan setiap Jumat malam setelah Maghrib. Tempatnya tidak terpaku pada satu lokasi kadang di masjid, musholla, dan di waktu lain bergantian di rumah para anggota.            Dalam kegiatan Muslimat dilakukan saat siang hari dipenuhi lantunan doa, pembacaan yasin dan tahlil, serta kajian singkat yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Jamaah yang mayoritas ibu-ibu mengikuti kegiatan dengan khidmat, sesekali diselingi obrolan ringan yang justru memperkuat rasa kebersamaan. Sementara pada malam hari, IPNU dan IPPNU menghadirkan nuansa yang berbeda. Setelah Maghrib, para remaja dan pe...

Peran Kelomlok KKM 41 dalam membantu Kelancaran Pelayanan Desa dan Membangun Hubungan Mahasiswa KKM dengan Masyarakat

Gambar
           Sejak tanggal 5 Januari, Kelompok 41 KKM UIN Malang melaksanakan piket membantu Balai Desa Gubugklakah. Piket ini dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat sesuai jam operasional balai desa, yaitu pukul 08.00 hingga 13.00. Kegiatan yang kami lakukan meliputi membantu aktivitas administrasi balai dess serta siap siaga ketika dibutuhkan oleh warga maupun tamu yang datang. Piket balai desa ini menjadi bentuk pengabdian kami kepada Desa Gubugklakah sekaligus amanat langsung dari Kepala Desa Gubugklakah, Bapak Nur Mahiryono, yang kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab hingga tuntas.         Balai desa sebagai pusat pelayanan masyarakat membutuhkan dukungan agar pelayanan berjalan optimal. Kehadiran mahasiswa KKM diharapkan dapat membantu meringankan beban kerja perangkat desa sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi kami. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepad...

Pendampingan Pendidikan Al-Qur’an Berbasis Metode Tilawati di TPQ Baiturrohim Gubugklakah oleh Kelompok 41 KKM UIN Malang

Gambar
       Setiap sore di Gubugklakah, TPQ Baiturrohim selalu ramai oleh suara anak-anak yang mengaji. TPQ ini dipimpin oleh Umi Musannadah, S.Pd.I, yang dengan sabar membersamai para santri dari Sabtu sampai Rabu (Kamis dan Jumat libur). Jumlah santri aktifnya kalau lengkap bisa mencapai sekitar 140 anak, dengan pembagian kelas yang beragam ada yang 10, 15, sampai 20 anak per kelas. Tingkatan belajarnya pun lengkap, mulai dari kelas Kitab, Juz Amma, sampai Al-Qur’an. Kelompok 41 KKM UIN Malang ikut terlibat langsung dalam kegiatan belajar di TPQ ini. Pola pengajarannya sederhana tapi tertata. Awalnya guru membaca dan anak-anak mendengarkan, lalu guru membaca dan anak-anak menirukan, setelah itu anak-anak membaca sendiri. Di tahap akhir, setiap santri maju satu per satu untuk menunjukkan bacaannya sesuai halaman masing-masing. Menjelang pulang, sekitar sepuluh menit terakhir dipakai buat mengulang hafalan. Biasanya anak-anak diberi pertanyaan ringan seputar surat-surat p...

One Day One Juz sebagai Sarana Ikhtiar Sederhana Kelompok 41 KKM UIN Malang Mendekatkan Diri pada Al-Qur’an

Gambar
     Berawal dari niat sederhana untuk tetap menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an di tengah padatnya kegiatan KKM, Kelompok 41 UIN Malang melaksanakan kegiatan keagamaan berupa One Day One Juz. Kegiatan ini merupakan program mengaji Al-Qur’an satu hari satu juz yang dilakukan secara rutin oleh seluruh anggota KKM Kelompok 41. Setiap harinya, kegiatan mengaji dilakukan secara bergilir berdasarkan pembagian kelompok, di mana satu kelompok terdiri dari empat orang. Dengan sistem tersebut, setiap hari terdapat empat anggota yang bertugas membaca Al-Qur’an hingga satu juz selesai.       Kegiatan One Day One Juz ini dilaksanakan di Mushola Sunan Ampel, Desa Gubugklakah, dan dilakukan setiap hari pada waktu ba’da ashar, mulai pukul 15.30 hingga selesai. Program ini dimulai pada tanggal 28 Desember 2025 dan berjalan secara konsisten hingga mencapai khataman Al-Qur’an pada tanggal 27 Januari 2026. Suasana mengaji berlangsung dengan tenang dan khusyuk, menjadikan musho...

Kelompok 41 KKM UIN Malang mengadakan Bimbingan Belajar Tingkat Sekolah Dasar di Gubugklakah

Gambar
           Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan bimbingan belajar sebagai ruang sinau bareng yang hangat, kompetitif, tapi tetap menyenangkan. Selama hampir dua minggu, mulai Senin 12 sampai Sabtu 24 Januari, setiap pukul 18.30–20.00, posko cowok yang berada di sebelah MI KH Hasyim Asy’ari kami sulap menjadi ruang belajar bersama anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 6. Fokus materinya meliputi IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan PPKN, mulai dari hitungan campuran, pecahan, siklus hujan, perkembangbiakan makhluk hidup, kosakata bahasa Inggris sederhana, sampai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.      Konsep mengajarnya sederhana tapi efektif. Media yang kami pakai hanya papan tulis dan spidol, namun dimaksimalkan sebaik mungkin. Kami menerangkan materi dengan cara menulis, membuat skema, bahkan menggambar di papan tulis, supaya anak-anak tidak hanya menangkap materi lewat mendengar, tapi juga lewat melihat. Sec...

Pagelaran Literasi Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Penggencaran Minat Baca Anak di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah

Gambar
          Sabtu, 24 Januari 2026, halaman MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah terasa berbeda. Buku-buku terbentang di atas tikar, anak-anak duduk melingkar dengan wajah penasaran, dan tawa kecil sesekali terdengar di sela halaman yang dibuka. Hari itu, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Pagelaran Literasi sebagai ikhtiar sederhana namun serius untuk menggencarkan kembali minat baca dan literasi anak di tengah derasnya arus gadget dan game yang perlahan menggeser kedekatan anak dengan buku. Kegiatan ini lahir dari kegelisahan bersama: anak-anak semakin akrab dengan layar, tetapi semakin jauh dari bacaan. Padahal, literasi adalah pintu awal untuk mengenal dunia, membentuk cara berpikir, dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.          Pagelaran literasi ini dikemas dengan konsep sederhana namun bermakna: membaca bersama, dilanjutkan story telling, lalu pemberian reward sebagai bentuk apresiasi. Ber...

Revitalisasi Permainan Tradisional sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter dan Cinta Budaya pada Anak Usia Sekolah Dasar

Gambar
          Berangkat dari keresahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana melihat anak usia sekolah dasar yang semakin jarang memainkan permainan tradisional dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, pada Sabtu 24 Januari 2026 kami mengadakan Gebyar Permainan Tradisional. Kondisi ini dinilai berisiko karena penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuka pengaruh negatif yang belum sesuai dengan usia anak serta mengurangi interaksi sosial dengan teman sebaya. Dari kegelisahan tersebut kami hadir untuk menghidupkan kembali ruang bermain yang sehat, aman, dan sesuai dengan dunia anak.       Kegiatan ini dikemas dengan suasana gembira, santai, dan menyenangkan melalui berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor. Kami tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut bermain bersama anak anak untuk menciptakan kedekatan, memperkenalkan kembali permainan yang dulu akrab di kehidup...

Lomba Mewarnai Bertema Anti Bullying sebagai Media Pendidikan Karakter dan Etika Pertemanan di MI KH Hasyim Asy’ari Gubugklakah

Gambar
      Berangkat dari pengalaman mengajar dan berinteraksi langsung dengan murid, Kelompok 41 KKM UIN Malang melihat bahwa isu perundungan bukan sekadar materi yang selesai disampaikan di kelas, tetapi nilai yang perlu terus dihidupkan dalam keseharian anak. Setelah pelaksanaan pendidikan karakter anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada 21–22 Januari 2026, kelompok ini melanjutkannya dalam bentuk yang lebih visual dan membekas melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dipilih karena gambar yang dipandang lama, diwarnai dengan kesungguhan, dan disertai pesan moral sederhana diyakini lebih mudah diingat dan dipahami oleh anak usia MI.     Sejak pagi, suasana sekolah terasa berbeda. Murid kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti lomba ini dengan antusias, masing-masing mendapatkan gambar dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Semakin tinggi kelas, semakin kompl...

Digitalisasi Sistem Pembayaran Air Bersih Desa Gubugklakah sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat Mahasiswa

Gambar
  Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, menjadi salah satu lokasi pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan perangkat desa serta pengelola air bersih, ditemukan bahwa sistem pembayaran air desa masih dikelola secara manual. Proses pencatatan meter air, perhitungan tagihan, hingga administrasi pembayaran dilakukan menggunakan media tulis, yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan serta menyulitkan proses rekapitulasi dan pelaporan data. Permasalahan tersebut menjadi perhatian utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN/PKM), mengingat pengelolaan air bersih merupakan layanan vital bagi masyarakat desa. Sistem manual tidak hanya membebani petugas dalam hal administrasi, tetapi juga berdampak pada keterbatasan akses informasi bagi masyarakat terkait tagihan air dan riwayat pembayaran. Kondisi ini menunjukkan perlunya in...

Eksplorasi Potensi Wisata Alam Coban Pelangi oleh Kelompok KKM 41 UIN Malang

Gambar
      Coban Pelangi berlokasi di Jl. Raya Gubugklakah, Dusun Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan jarak sekitar ±32 km dari Kota Malang atau ±2 km dari Desa Gubugklakah. Lokasi ini dapat ditempuh melalui Tumpang menuju Desa Gubugklakah, dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok setelah melewati desa. Coban Pelangi buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu kunjungan paling ideal di pagi hari untuk menghindari kabut.          Kawasan Coban Pelangi berada di kaki Gunung Semeru pada ketinggian sekitar 1.299,5 mdpl dan memiliki air terjun setinggi kurang lebih 110 meter dengan suhu udara sejuk berkisar 19–23°C. Selain air terjun, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area camping ground, glamping, outdoor playground, rafting atau river tubing, serta beberapa spot foto alami. Perjalanan menuju air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh ±1,5 km menyusuri jalan setapak dan jembatan....

Peran Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Diskusi Lintas Agama sebagai Upaya Penguatan Moderasi Beragama

Gambar
       Pagi Rabu, 21 Januari 2026 di Karmel Ngadireso, Poncokusumo, menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi berbagai latar belakang iman. Sejak pukul 07.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti Diskusi Lintas Agama bertema “Berbeda adalah Anugerah, Menyemai Nilai-Nilai Kebersamaan dalam Keberagaman dan Keberagamaan” . Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya keagamaan dan kemasyarakatan dalam membangun kesadaran moderasi beragama di tengah masyarakat, sekaligus membuka ruang dialog yang aman, terbuka, dan saling menghargai.          Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut mengambil peran aktif dalam menyukseskan acara ini. Dua mahasiswa, Fieqrotun Nabila dan Fina Rohmatul Ummah, dipercaya menjadi MC dan memandu jalannya diskusi dari awal hingga akhir. Dengan pembawaan yang tenang, komunikatif, dan inklusif, keduanya membantu menjaga alur acara tetap tertib sekaligus menciptakan suasana dialog yang cair dan n...

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Gambar
LINK KAMUS:  https://heyzine.com/flip-book/e517d69bf0.html  Di sebuah sudut agung Kabupaten Malang, berselimut kabut yang senantiasa memeluk lereng-lereng pegunungan, berdirilah Desa Gubugklakah. Bukan sekadar gerbang menuju kemegahan Bromo, Gubugklakah adalah tanah yang diberkati dengan kreativitas dan inovasi yang meluap. Dari rahim desa yang indah inilah, lahir sebuah kekuatan kolektif bernama Lampahklakah, yakni sebuah komunitas visioner yang menjadi jantung penggerak sekaligus rumah bagi seluruh bidang pengabdian desa. Sebagai inisiator utama, Lampahklakah-lah yang menyemai benih kegelisahan akan sunyinya dokumentasi bahasa ibu, menyadari bahwa tanpa aksara yang tertulis, bahasa Tengger yang menjadi sukma masyarakatnya berisiko tergerus zaman. Takdir kemudian merenda pertemuan antara visi besar Lampahklakah dengan Kelompok KKM Akshara Vardhana UIN Malang. Nama Akshara Vardhana hadir sebagai jawaban yang sejalan dengan ruh perjuangan ini. Akshara bermakna simbol atau huruf...

Peran Mahasiswa Kelompok 41 KKM UIN Malang dalam Pengembangan Potensi Santri TPQ Baiturrohim Gubugklakah pada Peringatan Isra’ Mi’raj

Gambar
           Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rangkaian lomba keagamaan bersama santri TPQ Baiturrohim Gubugklakah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Masjid Baiturrohim, dan menjadi ruang yang hidup bagi anak-anak TPQ untuk belajar, berani tampil, dan mengasah potensi diri dalam suasana yang menyenangkan.        Kegiatan dimulai sejak pukul 14.00 WIB dengan pembukaan di lantai satu masjid, dilanjutkan sambutan - sambutan, pembacaan juknis lomba, pembagian peserta ke dalam kelompok sesuai kategori lomba. Suasana masjid sore itu terasa ramai namun tertib, penuh antusiasme anak-anak yang siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka.          Lomba yang diselenggarakan meliputi hafalan surat pendek dan doa harian yang dibagi berdasarkan jenjang anak dan dewasa untuk santri putri, lomba adzan untuk santri p...

Peran Mahasiswa Kelompok 41 KKM UIN Malang dalam Memaknai Isra’ Mi’raj dari Perspektif Perempuan

Gambar
      Peringatan Isra’ Mi’raj yang dilaksanakan di Balai Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, salah satu anggota Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yakni saudari Nur Latifatul Qalbi dipercaya menjadi narasumber dengan materi Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan. Kehadiran mahasiswa KKM sebagai pemateri menjadi bentuk keterlibatan langsung dalam membumikan nilai keislaman di tengah masyarakat.     Materi yang disampaikan menekankan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan langit Nabi Muhammad SAW, tetapi perjalanan spiritual yang sarat pesan kemanusiaan. Dalam pandangan perempuan, peristiwa ini mengajarkan bahwa iman tidak pernah memisahkan manusia dari realitas hidup. Isra’ dimaknai sebagai perjalanan yang terikat dengan sejarah dan kondisi sosial, sedangkan Mi’raj menjadi simbol kedekatan dengan Allah yang melahirkan tanggung jawab moral untuk bersikap adil, peduli, dan beradab. ...