Peran Mahasiswa Kelompok 41 KKM UIN Malang dalam Pengembangan Potensi Santri TPQ Baiturrohim Gubugklakah pada Peringatan Isra’ Mi’raj

 



         Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rangkaian lomba keagamaan bersama santri TPQ Baiturrohim Gubugklakah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Masjid Baiturrohim, dan menjadi ruang yang hidup bagi anak-anak TPQ untuk belajar, berani tampil, dan mengasah potensi diri dalam suasana yang menyenangkan.


       Kegiatan dimulai sejak pukul 14.00 WIB dengan pembukaan di lantai satu masjid, dilanjutkan sambutan - sambutan, pembacaan juknis lomba, pembagian peserta ke dalam kelompok sesuai kategori lomba. Suasana masjid sore itu terasa ramai namun tertib, penuh antusiasme anak-anak yang siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


         Lomba yang diselenggarakan meliputi hafalan surat pendek dan doa harian yang dibagi berdasarkan jenjang anak dan dewasa untuk santri putri, lomba adzan untuk santri putra, serta lomba mewarnai kaligrafi untuk anak-anak usia pra SD. Setiap lomba memiliki ruang tersendiri agar pelaksanaan berjalan fokus dan nyaman. Lantai dua digunakan untuk lomba hafalan surat pendek dan area menunggu peserta, lantai tiga menjadi tempat lomba adzan, sementara lantai dua bagian depan tangga dipakai untuk lomba mewarnai.


      Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa besar dalam Islam yang tidak hanya mengajarkan tentang ibadah, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keberanian. Melalui lomba-lomba ini, anak-anak TPQ diajak untuk mencintai Al-Qur’an, terbiasa tampil di depan umum, serta belajar berkompetisi secara sehat sejak dini. Hal ini sejalan dengan pesan Isra’ Mi’raj yang menghadiahkan sholat sebagai latihan spiritual dan mental umat Islam.


      Secara teori, kegiatan ini berpijak pada prinsip pendidikan Islam yang menekankan pengembangan potensi anak secara menyeluruh, baik spiritual, mental, maupun sosial. Allah SWT berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini menjadi penguat bahwa proses belajar, termasuk melalui lomba dan pembiasaan, merupakan bagian dari ikhtiar menumbuhkan generasi beriman dan berilmu. Rasulullah SAW juga bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), yang menjadi landasan kuat bagi kegiatan ini.


  Output dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri anak-anak TPQ, keberanian mereka untuk tampil, serta tumbuhnya semangat belajar dan berlatih. Anak-anak tidak hanya berlomba untuk menang, tetapi juga belajar disiplin, sportivitas, dan menghargai proses. Bagi TPQ dan masyarakat, kegiatan ini menjadi penguat bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuh dan berkembang bagi generasi muda.


      Melalui lomba Isra’ Mi’raj ini, Kelompok 41 KKM UIN Malang berharap anak-anak TPQ semakin termotivasi untuk belajar agama dengan cara yang menyenangkan, memiliki daya saing yang sehat, dan tumbuh menjadi generasi yang mencintai nilai-nilai Islam. Peringatan Isra’ Mi’raj pun tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum nyata untuk menanamkan iman, ilmu, dan akhlak sejak dini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah