Kelompok 41 KKM UIN Malang mengadakan Bimbingan Belajar Tingkat Sekolah Dasar di Gubugklakah




           Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan bimbingan belajar sebagai ruang sinau bareng yang hangat, kompetitif, tapi tetap menyenangkan. Selama hampir dua minggu, mulai Senin 12 sampai Sabtu 24 Januari, setiap pukul 18.30–20.00, posko cowok yang berada di sebelah MI KH Hasyim Asy’ari kami sulap menjadi ruang belajar bersama anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 6. Fokus materinya meliputi IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan PPKN, mulai dari hitungan campuran, pecahan, siklus hujan, perkembangbiakan makhluk hidup, kosakata bahasa Inggris sederhana, sampai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

     Konsep mengajarnya sederhana tapi efektif. Media yang kami pakai hanya papan tulis dan spidol, namun dimaksimalkan sebaik mungkin. Kami menerangkan materi dengan cara menulis, membuat skema, bahkan menggambar di papan tulis, supaya anak-anak tidak hanya menangkap materi lewat mendengar, tapi juga lewat melihat. Secara teori, ini sejalan dengan pembelajaran multisensori, di mana semakin banyak indera yang terlibat, semakin kuat pula daya ingat anak. Setelah materi selesai, suasana langsung kami ubah menjadi lebih hidup lewat sesi tebak-tebakan soal ala cerdas cermat. Anak-anak kami bagi dalam kelompok kecil berisi tiga orang, lalu mereka berlomba cepat-cepatan menjawab soal. Di titik ini, kerja sama tim dan jiwa kompetitif mereka benar-benar muncul. Mereka jadi lebih fokus, lebih bersemangat, dan tanpa sadar sedang “mengunci” materi di ingatan mereka karena berusaha keras untuk menjawab dengan benar. Aktivitas seperti ini cenderung lebih memorabel, dan anak-anak biasanya jauh lebih ingat materi yang mereka alami secara aktif, bukan sekadar didengar pasif.

    Dalam pelaksanaannya, peran kami sebagai mahasiswa KKM dibagi rata sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang fokus Matematika, ada yang di IPA, Bahasa Inggris, maupun PKn, sehingga proses belajar tetap terarah. Dari proses bimbingan ini, kami kemudian mengambil dua grup belajar yang paling unggul untuk kami dampingi mengikuti Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo dengan tema “Srawung Sinau – Sinau Srawung” pada 25 Januari 2025 di MI Al-Amin Wonorejo. Hasilnya, dua kelompok yang kami kirim berhasil lolos hingga babak semifinal. Di sana, peran kami lebih banyak menguatkan, mendampingi, dan memastikan mereka pulang dengan pengalaman positif serta bekal jiwa perlombaan yang sehat. Maka harapan kami sederhana: semoga ilmu yang kami sampaikan benar-benar bermanfaat, semangat belajar mereka tetap terjaga, dan jiwa kompetitif yang tumbuh bisa dimanfaatkan dengan cara yang benar, sportif, dan penuh percaya diri. 

     Apa yang kami lakukan ini sejatinya berangkat dari nilai dasar pendidikan dalam Islam. Allah berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11). Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Semangat belajar dan mengajar, termasuk ilmu umum yang bermanfaat, adalah amal yang nilainya panjang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah