Pentas Seni Penutupan Kegiatan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang di Desa Gubugklakah
Pentas seni ini menjadi ruang berbagi cerita dan ekspresi selama kami berada di Desa Gubugklakah. Berbagai penampilan ditampilkan, mulai dari Tari Remo, Tari Baskalan, pencak silat, pembacaan puisi, hingga penayangan video dokumenter. Di sela acara, dilakukan juga serah terima Kamus Bahasa Tengger sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya lokal. Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak berhenti saat KKM selesai, tapi bisa terus berlanjut lewat hal-hal kecil yang bermanfaat.
Suasana semakin hidup ketika sesi awarding lomba dimulai. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias saat menerima penghargaan dari berbagai lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Mulai dari lomba TPQ, lomba mewarnai pra-TK, lomba hafalan surat pendek kategori anak dan dewasa, lomba adzan, hingga lomba mewarnai siswa MI KH Hasyim Asy’ari dari kelas 1 sampai kelas 6. Awarding ini bukan soal menang atau kalah, tapi bentuk apresiasi atas usaha, keberanian, dan semangat belajar mereka.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh banyak pihak yang selama ini ikut membersamai dan mendukung kegiatan KKM. Hadir perangkat desa, lembaga adat, MI KH Hasyim Asy’ari, TPQ Baiturrohim, SDN 1 dan SDN 2 Gubugklakah, komunitas Lampahklakah, komunitas Pancasuman, komunitas Republik Gubug, komunitas agama Desa Gubugklakah, serta masyarakat setempat. Mereka menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.
Sebagai penutup, Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Gubugklakah atas sambutan, kepercayaan, dan kebersamaan yang telah diberikan. Kami pamit bukan sebagai orang asing, tetapi sebagai bagian dari cerita kecil desa yang penuh makna. Semoga apa yang kami lakukan membawa manfaat, dan semoga silaturahmi ini tetap terjaga meski langkah kami harus kembali, dengan doa terbaik untuk Desa Gubugklakah agar terus tumbuh, rukun, dan diberkahi.


Komentar
Posting Komentar