Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Pembiasan Sholat 5 Waktu Berjamaah oleh Kelompok 41 KKM UIN Malang

Gambar
       Awalnya kegiatan sholat berjamaah ini lahir dari kesadaran sederhana kami sebagai mahasiswa UIN Malang. Tinggal bersama di lokasi KKM membuat kami merasa kurang pas jika ibadah masih berjalan sendiri-sendiri. Dari situ muncul niat bersama untuk membiasakan sholat lima waktu secara berjamaah, tanpa paksaan, tapi lewat kesepakatan.          Sebagai mahasiswa UIN, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh praktik keagamaan yang nyata. Bukan hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sholat berjamaah menjadi bentuk paling dasar dan realistis untuk menunjukkan nilai tersebut.        Dalam pelaksanaannya, sholat berjamaah menjadi media silaturahim yang alami. Kami bisa saling menyapa, saling memperhatikan, dan membangun kebersamaan tanpa perlu agenda khusus. Dari rutinitas ini, ikatan persaudaraan antaranggota kelompok terasa semakin kuat.     ...

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Gambar
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi maha...

Upaya Kelompok KKM 41 UIN Malang dalam Peningkatan Daya Saing UMKM di Desa Wisata Gubugklakah melalui Pengembangan Branding Usaha

Gambar
         Awalnya cuma dari pengamatan kecil selama kami KKM di Desa Gubugklakah. Desa ini dikenal sebagai desa wisata, sering dilewati wisatawan lokal maupun luar daerah yang mau ke kawasan Bromo dan sekitarnya. Aktivitas ekonomi warganya juga hidup, terutama di kedai-kedai dan homestay yang melayani pelancong. Masalahnya bukan karena usaha di sini kurang bagus, tapi lebih ke detail kecil yang sering kelewat. Ada kedai yang sudah ramai, tapi bannernya kurang kelihatan. Ada menu, tapi belum tertata rapi. Sementara homestay yang lokasinya strategis justru belum muncul di Google Maps, padahal itu penting banget buat wisatawan.       Dari situ kami mulai kepikiran, Sejak 10 Januari 2026, kami menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat lewat pengembangan UMKM. Fokusnya kami bagi jelas: banner dan daftar menu untuk kedai, lalu Google Maps untuk homestay. Kami awali dengan ngobrol santai bareng pemilik kedai dan homestay, nanya kebutuhan mereka, ...

Pentas Seni Penutupan Kegiatan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang di Desa Gubugklakah

Gambar
   Pada jam 18.00 tanggal 31 Januari 2025 balai desa kami sulap menjadi tempat yang penuh akan kemeriahan dan  kebudayaan. Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana menutup seluruh rangkaian pengabdian mereka lewat Pentas Seni Penutupan Kegiatan & Perpisahan, sebuah acara yang dikemas sedemikian rupa hingga menjadi penuh makna. Bagi kami, ini bukan sekadar acara penutup, tapi momen untuk mengucap terima kasih atas kebersamaan yang sudah terjalin selama KKM berlangsung.           Pentas seni ini menjadi ruang berbagi cerita dan ekspresi selama kami berada di Desa Gubugklakah. Berbagai penampilan ditampilkan, mulai dari Tari Remo, Tari Baskalan, pencak silat, pembacaan puisi, hingga penayangan video dokumenter. Di sela acara, dilakukan juga serah terima Kamus Bahasa Tengger sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya lokal. Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak berhenti saat KKM selesai, tapi bisa terus berlanj...

Film Di Bawah Langit Gubugklakah: Potret Budaya, Sejarah, dan Dinamika Masyarakat Desa

Gambar
Di bawah hamparan langit lereng Bromo, Desa Gubugklakah menyimpan cerita yang hidup dalam tradisi, keyakinan, alam, dan keseharian masyarakatnya. Kekayaan tersebut menjadi ruh utama dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah” , sebuah karya visual yang merekam potret kehidupan desa secara utuh dan bermakna. Film dokumenter ini menghadirkan Gubugklakah bukan sekadar sebagai wilayah geografis, melainkan sebagai ruang budaya yang terus bertumbuh melalui warisan adat dan kearifan lokal. Pada bidang budaya dan adat, dokumenter ini menampilkan pembentukan lembaga adat yang dipimpin oleh Pak Suwito, peran sentral dukun adat Romo Dukun Madeli dalam pelaksanaan upacara adat, serta simbol identitas budaya seperti udeng dan kamus yang masih dijaga oleh generasi muda. Kesenian lokal pun turut menjadi medium ekspresi budaya yang memperkuat identitas masyarakat Tengger di Gubugklakah. Dimensi religius masyarakat Gubugklakah juga terekam kuat dalam film ini. Aktivitas keagamaan sep...

Adat Bari'an Suku Tengger, Tradisi Syukuran dan Doa Bersama untuk Menjaga Keselamatan dan Harmoni Alam

Gambar
  Masyarakat Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, terus melestarikan adat Barikan sebagai tradisi leluhur yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Adat ini merupakan bentuk syukuran dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan, menolak bala, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Bagi masyarakat Suku Tengger, Barikan tidak sekadar ritual adat, melainkan juga sarana memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan sosial. Prosesi adat Barikan dipimpin oleh dukun adat Tengger yang memiliki peran sentral dalam pelaksanaan ritual. Dukun adat bertindak sebagai pemimpin doa sekaligus penjaga nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di punden desa, yang diyakini sebagai tempat sakral serta memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Desa Gubugklakah. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan penjaga desa. Dalam pela...

Langkah Kecil KKM 41 UIN Malang di Majelis Ilmu

Gambar
                    Berangkat dari arahan langsung kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kelompok 41 KKM turut hadir dan membersamai kegiatan keagamaan masyarakat yakni Muslimat, IPNU, dan IPPNU. Setiap Jumat pukul 14.00, kegiatan Muslimat digelar secara rutin satu kali dalam seminggu. Sementara itu, IPNU dan IPPNU dilaksanakan setiap Jumat malam setelah Maghrib. Tempatnya tidak terpaku pada satu lokasi kadang di masjid, musholla, dan di waktu lain bergantian di rumah para anggota.            Dalam kegiatan Muslimat dilakukan saat siang hari dipenuhi lantunan doa, pembacaan yasin dan tahlil, serta kajian singkat yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Jamaah yang mayoritas ibu-ibu mengikuti kegiatan dengan khidmat, sesekali diselingi obrolan ringan yang justru memperkuat rasa kebersamaan. Sementara pada malam hari, IPNU dan IPPNU menghadirkan nuansa yang berbeda. Setelah Maghrib, para remaja dan pe...