Revitalisasi Permainan Tradisional sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter dan Cinta Budaya pada Anak Usia Sekolah Dasar
Berangkat dari keresahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana melihat anak usia sekolah dasar yang semakin jarang memainkan permainan tradisional dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, pada Sabtu 24 Januari 2026 kami mengadakan Gebyar Permainan Tradisional. Kondisi ini dinilai berisiko karena penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuka pengaruh negatif yang belum sesuai dengan usia anak serta mengurangi interaksi sosial dengan teman sebaya. Dari kegelisahan tersebut kami hadir untuk menghidupkan kembali ruang bermain yang sehat, aman, dan sesuai dengan dunia anak.
Kegiatan ini dikemas dengan suasana gembira, santai, dan menyenangkan melalui berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor. Kami tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut bermain bersama anak anak untuk menciptakan kedekatan, memperkenalkan kembali permainan yang dulu akrab di kehidupan masyarakat, serta menunjukkan bahwa permainan tradisional tetap seru dan penuh makna.
Melalui kegiatan ini kami berupaya menumbuhkan kembali semangat cinta Indonesia melalui warisan budaya permainan tradisional. Kegiatan ini menjadi media pendidikan karakter sekaligus ruang interaksi sosial yang sehat bagi anak tingkat MI dan sebayanya. Harapannya anak anak kembali mengenal permainan tradisional sebagai alternatif yang tidak kalah menarik dari gadget serta mampu bermain sesuai usia dan dunianya.

Komentar
Posting Komentar