Peran Mahasiswa Kelompok 41 KKM UIN Malang dalam Memaknai Isra’ Mi’raj dari Perspektif Perempuan

 


    Peringatan Isra’ Mi’raj yang dilaksanakan di Balai Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, salah satu anggota Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yakni saudari Nur Latifatul Qalbi dipercaya menjadi narasumber dengan materi Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan. Kehadiran mahasiswa KKM sebagai pemateri menjadi bentuk keterlibatan langsung dalam membumikan nilai keislaman di tengah masyarakat.


    Materi yang disampaikan menekankan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan langit Nabi Muhammad SAW, tetapi perjalanan spiritual yang sarat pesan kemanusiaan. Dalam pandangan perempuan, peristiwa ini mengajarkan bahwa iman tidak pernah memisahkan manusia dari realitas hidup. Isra’ dimaknai sebagai perjalanan yang terikat dengan sejarah dan kondisi sosial, sedangkan Mi’raj menjadi simbol kedekatan dengan Allah yang melahirkan tanggung jawab moral untuk bersikap adil, peduli, dan beradab.


    Rekan KKM 41 juga menyoroti bagaimana perempuan sering dituntut kuat dan diam, padahal Islam justru hadir untuk mengangkat martabat dan memberi ruang bersuara. Hadiah shalat dalam Isra’ Mi’raj dipahami sebagai ruang paling jujur bagi perempuan untuk mengadu, berdoa, dan menguatkan diri. Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membangun ketenangan batin dan kesadaran diri di tengah berbagai peran kehidupan.


    Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan kajian keagamaan yang inklusif dan membumi. Dengan terjun langsung ke lapangan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berupaya menyampaikan nilai Islam yang ramah, kontekstual, dan dekat dengan pengalaman masyarakat. Forum ini menjadi ruang belajar bersama yang membuka kesadaran bahwa perempuan dalam Islam adalah subjek, bukan pelengkap.


     Output dari kegiatan ini terlihat dari antusiasme peserta dan tumbuhnya pemahaman bahwa spiritualitas harus berdampak pada kehidupan sosial. Teladan tokoh perempuan dalam Islam, seperti Sayyidah Khadijah dan Sayyidah ‘Aisyah, menguatkan pesan bahwa perempuan berhak berperan, berpendapat, dan berkontribusi dalam menjaga nilai iman dan budaya.


    Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa memperingati Isra’ Mi’raj bukan hanya mengenang peristiwa, tetapi menghidupkan kembali nilai-nilainya. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan” (QS. Ali ‘Imran: 195). Melalui kegiatan ini, Kelompok 41 KKM UIN Malang berharap kesadaran spiritual dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial, sehingga iman benar-benar hadir sebagai kekuatan yang memanusiakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah