Pagelaran Literasi Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Penggencaran Minat Baca Anak di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah

 



        Sabtu, 24 Januari 2026, halaman MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah terasa berbeda. Buku-buku terbentang di atas tikar, anak-anak duduk melingkar dengan wajah penasaran, dan tawa kecil sesekali terdengar di sela halaman yang dibuka. Hari itu, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Pagelaran Literasi sebagai ikhtiar sederhana namun serius untuk menggencarkan kembali minat baca dan literasi anak di tengah derasnya arus gadget dan game yang perlahan menggeser kedekatan anak dengan buku. Kegiatan ini lahir dari kegelisahan bersama: anak-anak semakin akrab dengan layar, tetapi semakin jauh dari bacaan. Padahal, literasi adalah pintu awal untuk mengenal dunia, membentuk cara berpikir, dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.

         Pagelaran literasi ini dikemas dengan konsep sederhana namun bermakna: membaca bersama, dilanjutkan story telling, lalu pemberian reward sebagai bentuk apresiasi. Beragam buku disediakan, mulai dari bacaan fiksi seperti cerita pendek hingga nonfiksi seperti buku sejarah dan pengetahuan umum. Mahasiswa KKM mendampingi anak-anak satu per satu, membantu mereka yang belum lancar membaca, membacakan cerita, sekaligus menumbuhkan rasa nyaman agar buku tidak lagi terasa asing. Setelah membaca, anak-anak diajak maju ke depan untuk menceritakan kembali apa yang mereka pahami. Di momen inilah keberanian mereka dilatih belajar menyusun kata, menyampaikan pemahaman, dan tampil percaya diri. Setiap anak yang berani maju mendapatkan reward kecil, bukan sekadar hadiah, tetapi simbol penghargaan atas keberanian dan usaha mereka.

        Sebanyak 84 murid MI KH. Hasyim Asy’ari berhasil diajak membaca bersama, jumlah yang tercatat melalui presensi kegiatan. Di balik itu, peran anggota KKM terbagi rapi namun tetap saling melengkapi. Divisi Perlengkapan memastikan buku, tikar, alat tulis, hingga inventaris tertata dan aman. Divisi Edukasi dan Literasi fokus pada pendampingan membaca, story telling, diskusi ringan, serta aktivitas pendukung yang menanamkan nilai edukatif. Sementara Divisi Humas dan PDD menjalin komunikasi dengan pihak sekolah, mengajak anak-anak terlibat aktif, sekaligus mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan. Meski terbagi tugas, semua anggota terlibat langsung mendampingi anak-anak, karena literasi bukan soal jabatan, melainkan kepedulian bersama.

          Secara nilai dan landasan, kegiatan ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya ilmu dan membaca. Wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca, “Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq” (QS. Al-‘Alaq: 1), yang menegaskan bahwa membaca adalah fondasi peradaban dan jalan mengenal Tuhan. Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Melalui pagelaran literasi ini, membaca tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas akademik, tetapi sebagai ibadah, proses mengenal diri, dan bekal menghadapi masa depan.

         Output dari kegiatan ini tidak berhenti pada satu hari acara. Anak-anak mulai melihat buku sebagai teman, bukan beban. Mereka belajar bahwa membaca bisa menyenangkan, bercerita itu membanggakan, dan ilmu layak diperjuangkan. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi ruang praktik nyata pengabdian: hadir, mendampingi, dan menyalakan kembali api literasi sejak dini. Pagelaran Literasi Kelompok 41 KKM UIN Malang di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah adalah langkah kecil, namun diharapkan menjadi gema panjang dalam upaya menumbuhkan budaya baca dan cinta ilmu di kalangan anak-anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah