Pengabdian Mahasiswa UIN Malang di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah dalam Mendidik Karakter Anak melalui Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya
Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan mengajar di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah. Program ini kami jalankan sebagai bentuk pengabdian sekaligus wujud peran mahasiswa kampus Islam dalam mendukung pendidikan karakter anak sejak dini.
Sebagai mahasiswa UIN Malang, kami tidak hanya belajar ilmu akademik, tapi juga nilai keislaman seperti akhlak, adab, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Dari situlah muncul kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak cukup disampaikan lewat teori tapi perlu dihadirkan secara nyata dan dekat dengan dunia anak. Maka kami memilih mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) karena seni adalah ruang belajar yang paling ramah bagi anak. Lewat seni, anak bebas berekspresi, belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, dan mengenal dirinya sendiri. Pendidikan karakter pun bisa masuk secara alami, menyenangkan, dan sesuai semangat Merdeka Belajar.
Kegiatan mengajar dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis dengan sasaran siswa kelas 1 sampai 6. Metode pembelajaran dikemas santai melalui PPT dengan proyektor, permainan edukatif, diskusi ringan, dan video pembelajaran.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Januari dengan difokuskan pada perkenalan. Anak-anak diajak bercerita tentang hobi dan cita-cita mereka, lalu dilanjutkan dengan game dan video edukatif untuk membangun kedekatan dan rasa percaya diri.
Minggu kedua tepatnya pada tanggal 14 dan 15 Januari, pembelajaran mulai disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk kelas 4, 5, dan 6, tema pembelajaran dipilih langsung oleh siswa sebagai bentuk Merdeka Belajar. Kami tetap mengemas dan mengarahkan materi agar sesuai dengan SBdP serta memuat nilai karakter seperti tanggung jawab dan kerja sama.
Sementara itu, kelas 1, 2, dan 3 mendapatkan materi bertema lingkungan, khususnya peran dan pentingnya pohon. Tema ini dipilih karena relevan dengan kondisi Desa Gubugklakah yang masih asri dan kaya ekosistem alam. Anak-anak diajak belajar mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini.
Pada minggu ketiga tepatnya pada tanggal 21 dan 22 Januari siswa kelas 4, 5, dan 6 kembali belajar dari tema pilihan siswa. Sedangkan kelas 1, 2, dan 3 membahas tema bullying sebagai upaya pencegahan dini terhadap isu sosial dan pembentukan sikap saling menghargai.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai karakter seperti percaya diri, empati, peduli lingkungan, dan anti-perundungan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang dunia pendidikan dasar.
Output dari kegiatan ini tidak hanya berupa proses belajar di kelas, tetapi juga meningkatnya kesadaran karakter siswa, tumbuhnya minat belajar, serta terjalinnya hubungan yang hangat antara mahasiswa, guru, dan peserta didik.
Lewat kegiatan sederhana ini, kami belajar bahwa pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi tentang hadir, mendengar, dan tumbuh bersama. Semoga langkah kecil dari ruang kelas MI Gubugklakah ini bisa menjadi inspirasi bahwa pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama antar sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Komentar
Posting Komentar