Pembukaan Kegiatan KKM di Desa Gubugklakah: Mahasiswa Berbusana Adat Tengger sebagai Simbol Penerimaan Adat dan Sosial dari Masyarakat Setempat


      Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 41 "Aksara Vardhana" di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, dilaksanakan secara khidmat pada 30 Desember 2025, dengan melibatkan perangkat desa dan lembaga adat setempat. Kegiatan ini menjadi agenda awal yang menandai dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Selain sebagai kegiatan seremonial, pembukaan ini juga berfungsi untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan unsur adat tengger desa Gubugklakah.

    Kami juga berkolaborasi dengan Lampahklakah, yaitu komunitas pemuda yang bergerak di segala bidang yang ada di desa Gubugklakah. Dengan adanya kolaborasi ini menjadikan program kerja yang telah disusun untuk desa dapat dilanjutkan oleh pemuda-pemuda desa ini. Lampahklakah memiliki peran yang strategis sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia dan pengelolaan potensi lokal di Desa Gubugklakah. Keterlibatan aktif komunitas ini memastikan bahwa setiap program kerja yang dijalankan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa. Dengan adanya kolaborasi ini, sinergi antara mahasiswa dan pemuda desa diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang nyata serta memperkuat kemandirian desa dalam jangka panjang.

    Dalam pelaksanaan pembukaan tersebut, mahasiswa KKM mengenakan busana adat suku Tengger berupa udeng dan kain sewek. Penggunaan atribut adat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai budaya serta kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Gubugklakah. Prosesi ini sekaligus menjadi simbol diterimanya mahasiswa KKM secara adat dan sosial oleh masyarakat setempat.

    Melalui kegiatan pembukaan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis dan saling menghargai antara mahasiswa dan masyarakat desa. Hubungan tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan seluruh program kerja KKM agar berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari perangkat desa dan lembaga adat, mahasiswa KKM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi dan pemberdayaan masyarakat Desa Gubugklakah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah