Njagong Pemuda di Balai Desa Belung: Belajar Lingkungan dan Budaya dari Akar Desa

 


      Malam Sabtu, 10 Januari 2026, Balai Desa Belung menjadi ruang temu yang hangat bagi pemuda dan masyarakat. Kegiatan Njagong Pemuda Penggerak Desa menghadirkan suasana sederhana namun bermakna, duduk melingkar, saling berbagi cerita, dan belajar bersama tentang bagaimana desa bisa terus hidup di tengah arus modernisasi. Pada kesempatan ini, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut hadir dan terlibat langsung dalam jalannya kegiatan.

     Kami mengikuti acara dari awal hingga akhir dengan antusias. Diskusi berjalan santai namun berbobot, membahas isu lingkungan, budaya, dan peran pemuda dalam menjaga denyut kehidupan desa. Cerita dari Eko Santoso membuka kesadaran tentang pentingnya kearifan lokal sebagai pijakan hidup. Sahlan Junaedi berbagi pengalaman menggerakkan ekonomi desa melalui Pasar Keramat yang berpihak pada lingkungan dan keberlanjutan. Sementara Widya Dwi Lestari menyampaikan perjuangannya mendampingi anak-anak sebagai bagian dari investasi masa depan desa. Alur diskusi dipandu dengan cair oleh Fachrul Alamsyah sehingga obrolan terasa dekat dengan realitas masyarakat.

     Keikutsertaan Kelompok 41 KKM UIN Malang dalam kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk belajar langsung dari para penggerak desa. Bagi kami, isu lingkungan dan budaya bukan sekadar wacana, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa yang perlu dijaga bersama. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang nyata tentang bagaimana perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, konsistensi, dan kepedulian terhadap sekitar.

     Selama kegiatan berlangsung, kami tidak hanya menyimak diskusi, tetapi juga aktif mendokumentasikan jalannya acara melalui foto dan video. Dokumentasi ini menjadi bentuk dukungan kami agar nilai-nilai baik yang dibagikan dalam forum ini dapat menjangkau lebih banyak orang. Kehadiran kami di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya meramaikan ruang-ruang diskusi desa agar tetap hidup dan berkelanjutan.

     Dari kegiatan Njagong Pemuda Penggerak Desa ini, Kelompok 41 KKM UIN Malang memperoleh banyak pembelajaran, mulai dari pentingnya menjaga lingkungan berbasis kearifan lokal, peran pemuda dalam merawat budaya, hingga arti kolaborasi antar komunitas. Output yang dihasilkan berupa dokumentasi kegiatan serta penguatan jejaring dengan para penggerak lokal yang nantinya dapat mendukung program-program pengabdian selama KKM.

     Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin percaya bahwa desa memiliki kekuatan besar jika dirawat bersama. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghargaan pada budaya lokal, desa dapat terus bergerak dan tumbuh. Karena perubahan tidak selalu datang dari tempat yang jauh, tetapi sering kali lahir dari obrolan sederhana, dari desa, dan dari orang-orang yang peduli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksara Abadi di Pelataran Bromo: Menenun Identitas, Mengukir Sejarah Dunia

Merawat Desa, Menumbuhkan Makna

Kegiatan Tadabur Alam Kelompok 41 KKM UIN Malang sebagai Upaya Eksplorasi dan Promosi Potensi Wisata Alam Desa Gubugklakah